Tepat 22 Desember kita peringati sebagai Hari Ibu. Apa makna dari seorang ibu? Orang yang mengandung kita selama 9 bulan 10 hari, orang yang melahirkan kita dg taruhan nyawa, orang yang menyayangi kita sepenuh jiwa tanpa mengharap imbalan, orang yang mendidik kita... Entah deskripsi apa lagi untuk menggambarkan seorang "Ibu". Ketika hari ibu, banyak yg memasang status bbm,wa,sosmed bermacam-macam dg kata "Mom". Sehingga diriku ini ingin flashback sejenak. Memutar ingatan pada tahun 1997. Ya, tepat tgl 22 Agustus 1997, satu-satunya ibu yg kupunya meninggalkanku menghadap Sang Khalik. Ketika usiaku masih sangat belia, 11 tahun. Dan seketika itu pula duniaku berubah.. Aku dirawat oleh Eyang. Kasih sayang diberikan Eyangku, seperti halnya diberikan oleh orang tuaku. Hingga sarjana, aku dibesarkan oleh Eyang. Tapi apakah kedudukan Ibu bisa digantikan oleh Eyang? Tidak..sama sekali Ibu tak pernah tergantikan. Waktu berlalu, hingga sekarang aku pun telah menjadi Ibu dari seorang putera bernama "Khazindar Afkar As-Siddiq". Perjuangan masa kehamilan, hingga terpaksa melahirkannya secara operasi cesar, membuatku begitu menyayanginya. Aku tak mau anakku kehilangan kasih sayang seorang ibu seperti halnya diriku dulu. Tapi kemudian, muncul sosok Eyang yg tiba2 merebut puteraku tercinta. Sepele sebenarnya..anakku dipaksa tidur dengannya. Ketika sepulang kerja, aku yg begitu rindu pada anakku, ingin berlama-lama menggendong dan bercanda dengan puteraku, tanpa alasan jelas puteraku direbut dari pelukanku.. Serasa hati ini sebagai ibu tersayat sembilu.. Sungguh aku menghargai sosok "Eyang". Tapi aku sekarang adalah seorang ibu. Dimanapun itu, Ibu tak akan pernah mau berpisah walau sedetikpun dengan anaknya. Dan selama aku hidup, tak kubiarkan anakku merasakan kepedihan dan kerinduan kehilangan sosok "Ibu"... Renungan dan Tetes air mata seorang ibu dari seorang putera kecil...
Setelah beberapa waktu lalu saya membicarakan tentang TPP...nah, saat ini saya juga masih akan membahasnya disini. Setelah melewati perjuangan berat menembuh PLPG dg minimal nilai UKG atau UTN adalah 80 (bandingkan dg th lalu yg hanya 40!) Lahirlah generasi guru yg benar-benar profesional menurut saya. Tapi muncul pula persoalan lain, para guru profesional yg berjuang penuh pengorbanan ini seharusnya segera mendapatkan haknya memperoleh tunjangan, ternyata harus menahan diri dulu. Karena yg berhak menerima hanya guru berstatus PNS terlebih dahulu. Dan guru swasta begimane dunk???? Sampai sekarang permasalahan penerimaan tunjangan TPP guru swasta sering terlambat. Bahkan kdg sampai 2 TW alias 2 triwulan...alias lagi, 6 bulan daaan aliasnya lagi stgh tahun baru turun... Ya nasiiiblah jadi guru swasta...komentar seorang kolega... Eiiits tunggu dulu,guru swasta sama beratnya dg guru PNS. Bahkan mereka dituntut mengunggulkan kualitas kalau tidak mau sekolahnya ditinggal peminat... ...
Komentar
Posting Komentar